Penerapan E-learning di Universitas Gunadarma Bekasi

Nama Kelompok :

1. Erli agustriani
2. Lenny Januarti Salim
3. Shinta Rosdiana
4. Sri Ndayani Ratna Safitri

Tema : Elearning Universitas GUNADARMA

1. Sejarah Awal Mula Pembentukan Kelas E-Learning

Pengertian E-Learning

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

2. Tata Cara Pendaftaran Mahasiswa Baru

Para dosen yang ingin mengampu suatu mata kuliah harap mengerjakan dua hal berikut:
(1) mendaftarkan diri langsung lewat link pendaftaran ini, dan

(2) menghubungi admin [untuk memberitahukan mata kuliah apa yang akan di-elearning-kan]. Admin dapat dihubungi lewat email:admin [at]elearning[dot]gunadarma [dot]com Dua langkah ini dapat dilakukan bersamaan. Untuk menjadi dosen di elearning ini, mohon gunakan email @gunadarma.ac.id Anda, baik saat mengisi formulir pendaftaran online maupun saat mengontak Admin. Bila Anda belum memiliki akun email di @gunadarma.ac.id, silahkan mendaftar gratis di Gunadarma.

Pemakai yang memakai email gratisan seperti yahoo mail, dsb., konfirmasi email kalau tidak ada di Inbox, biasanya menyasar/masuk ke folder masal (bulk). Silahkan cek di sana.

Mohon calon pemakai (khususnya mahasiswa) yang belum mempunyai alamat email atau yang sudah mempunyai alamat email tapi tidak dapat membuka email tersebut karena lupa user name atau password tidak usah mendaftar ke sistem e-learning ini dulu. Silahkan Anda mengusahakan dulu untuk mendapatkan email yang bisa Anda akses.
3. History Perkembangan Mahasiswa

Dibawah ini adalah beberapa cara yangdapat digunakan dalam menyikapi berbagai dampak e-learning, yaitu:

1. Paradosen diharapkan dapat menguasai kemampuan mata kuliahnya sehingga dapat menerapkan strategi pembelajaran berbasis e-learning dalam kegiatan pembelajaran.
2. Mengetahui perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan untuk menambah informasi dalam penyampain materi pembelajaran.
3. Dapat menyajikan materi dengan lebih menarik dan membuat siswa mengganggap matematika adalah dunianya.
4. Universitas dapat selalu memperbaiki dan memperbaharui fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran.

4. Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Proses KBM

Melalui sistem E-learning Universitas Gunadarma ini para dosen dapat mengelola materi perkuliahan secara on-line, yakni: menyusun SAP, meng-upload materi perkuliahan, memberikan tugas kepada mahasiswa, menerima pekerjaan mahasiswa, membuat tes/quiz, memberikan nilai, memonitor keaktivan mahasiswa, mengolah nilai mahasiswa, berkomunikasi dengan mahasiswa melalui forum diskusi dan chat, dll.
Mahasiswa dapat mengakses informasi dan materi pembelajaran, berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan dosen, melakukan transaksi tugas-tugas perkuliahan, mengerjakan tes/quiz, melihat pencapaian hasil belajar, dll.

a. Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

b. Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

5. Proses Belajar Mengajarnya

Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

a. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
b. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
c. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
d. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Melalui sistem E-learning Universitas Gunadarma ini para dosen dapat mengelola materi perkuliahan secara on-line, yakni: menyusun SAP, meng-upload materi perkuliahan, memberikan tugas kepada mahasiswa, menerima pekerjaan mahasiswa, membuat tes/quiz, memberikan nilai, memonitor keaktivan mahasiswa, mengolah nilai mahasiswa, berkomunikasi dengan mahasiswa melalui forum diskusi dan chat, dll.

Mahasiswa dapat mengakses informasi dan materi pembelajaran, berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan dosen, melakukan transaksi tugas-tugas perkuliahan, mengerjakan tes/quiz, melihat pencapaian hasil belajar, dll.

6. Perangkat IT pendukung E- Learning

Bebas menggunkan perangkat IT apapun yang bisa tersambung dengan internet . diberikan modul khusus jika mengikuti elearning tersebut .
E learning Universitas Gunadarma adalah salah satu bentuk pendidikan jarak jauh yang memberikan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhannya
sesuai kebutuhan Mahasiswa Universita gunadarma, ataupun mahasiswa universitas lain serta masyarakat umum.
Dengan menu layanan yang cukup memadai, yaitu
1. Menu Utama ( HOME )
1.1 Tentang Elearning
1.2 Struktur Elearning
1.3 Kontak Elearning
2. Layanan Ebook
3. SAP Online
4. V-Class
5. Material
6. I-Lab
7. Layanan Account E Learning
8. Layanan Vote

7. Sistem Penilaian

Kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dinilai secara berkala. Bentuk penilaian dapat berupa ujian, tugas, dan pengamatan oleh dosen. Jadi, selain memperhatikan hasil ujian, penilaian keberhasilan belajar mahasiswa dapat juga didasarkan atas penilaian pelaksanaan tugas serta keikutsertaan dalam seminar, penulisan makalah, praktikum, pembuatan laporan, pembuatan rancangan atau tugas lain serta hasil pengamatan.

Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi. Untuk bidang – bidang tertentu penilaian hasil belajar program sarjana dapat dilaksanakan tanpa ujian skripsi. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A,B,C,D, dan E yang secra berturut – turut bernilai 4,3,2,1, dan 0. Pelaksanaan ketentuan ujian diatur oleh senat masing – masing perguruan tinggi.

Ujian akhir program studi suatu program sarjana dapat terdiri atas ujian komprehensif atau ujian karya tulis, atau ujian skripsi.

8. Kurrikulum

Kurikulum yang didapatkan saja saja dengan universitas lain nya . beda jurusan beda juga dengan kurikulum yang diambil

9. Sistem Kelulusan

Lulusan pendidikan akademik dapat diberikan hak untuk menggunakan gelar akademik (Sarjana, Magister, dan Doktor), sedangkan lulusan pendidikan professional dapat diberikan hak untuk menggunakan sebutan profesional.

Gelar sarjana hanya diberikan oleh sekolah tinggi, institut, dan universitas. Gelar magister dan doktor diberikan oleh sekolah tinggi, institut, dan universitas yang memenuhi persyaratan. Sebutan profesional dapat diberikan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional.

Gelar akademik Sarjana dan Magister ditempatkan dibelakang nama pemilik hak atas penggunaan gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S. untuk Sarjana dan huruf M. untuk Magister disertai singkatan nama kelompok bidang ilmu. Gelar akademik Doktor ditempatkan di depan nama pemilik hak atas penggunaan gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf Dr.

Sebutan profesional Ahli Pratama bagi lulusan Program Diploma I, Ahli Muda bagi lulusan Program Diploma II, Ahli Madya bagi lulusan Program Diploma III dan Sarjana Sains Terapan bagi lulusan Program Diploma IV ditempatkan di belakang nama pemilik hak atas penggunaan sebutan yang bersangkutan.

Bisa di cek SUMBER di link ini :

http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1

http://www.gunadarma.ac.id/en/page/e-learning-center.html

Jadi , sistem pembelajaran E-Learning di Gunadarma sebenarnya sama saja dengan iLearning Plus di STMIK Raharja . yang benar benar tidak tatap muka saat pembelajaran . tetapi kalau di STMIK RAHARJA yang mengambil iLearning saja itu masih menggunakan sistem manual , walaupun untuk keseharian tugas menggunakan sistem Online . Baik itu tugas mandiri maupun UTS dan UAS .

Kalau e-Learning memang sudah tidak bertatap muka . mereka bisa mengikuti kelas e-learning ini di luar kampus menggunakan laptop atau sejenis nya , hanya saja dari awal sudah diberikan modul ( sejenis DVD/VCD ) untuk membantu menunjang pembelajaran sistem online tersebut .

Leave a Reply